Kamis, 22 Desember 2011

Bab II Landasan Teori


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.            Landasan Teori
Landasan teori berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan definisi program, bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 serta peralatan pendukung yang digunakan sebagai landasan untuk perancangan program penggajian.
2.1.1.      Pengertian Program
Pada umumnya program adalah sederetan instruksi atau statement yang tentunya dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Instruksi tersebut berfungsi untuk mengatur pekerjaan apa saja yang akan dilakukan oleh komputer agar mendapatkan dan menghasilkan suatu hasil atau keluaran yang diharapkan.
Menurut Binanto (2005:1) kata program dapat diartikan:
1.                  untuk mendeskripsikan instruksi-instruksi tersendiri, yang biasanya disebut source code, yang dibuat programmer.
2.                  Untuk mendeskripsikan suatu keseluruhan bagian dari software yang executable.
Dapat juga dikatakan bahwa sebuah program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat oleh programmer atau suatu bagian executable dari sebuah software.
Pengertian Pemrograman  menurut Jogiyanto (2005:582) merupakan “kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer”.
Menurut Indrajani  (2007:22), bahasa pemrograman adalah “perangkat lunak atau software yang dapat digunakan dalam proses pembuatan program yang melalui beberapa tahapan-tahapan penyelesaian masalah”.
Proses pemrograman komputer bukan saja sekedar menulis suatu urutan instruksi yang harus dikerjakan oleh komputer akan tetapi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah serta membuat mudah pekerjaan pengguna komputer (user). Didalam membuat sebuah program komputer, tentu tidak terlepas dari sifat individu pemrogram (Programmer). Karakteristik seorang pemrogram yang mutlak dimiliki yaitu:
a.       Memiliki pola pikir yang logis
b.      Memiliki ketekunan dan ketelitian yang tinggi
c.       Memiliki penguasaan bahasa pemrograman yang baik
d.      Memiliki pengetahuan teknik pemrograman yang baik
Untuk membuat suatu Program yang kompleks tahap-tahap yang harus dilakukan programmer adalah :
1.                  Definisi Masalah
Programmer harus memahami permasalahan yang timbul kemudian mengidentifikasikan permasalah yang ada sehingga dapat menentukan batasan masalah.
2.                  Analisa Kebutuhan
Programmer harus menentukan kebutuhan data untuk masukan dan keluaran yang diminta, bahasa pemrograman yang digunakan serta tipe komputer apa sebagai pendukungnya.
3.               Desain Algoritma
Algoritma yang didesain harus memiliki kebenaran secara logika sebelum siap diimplementasikan ke dalam bentuk program.
4.                  Bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman adalah media untuk membuat Program.
5.      Testing dan Debugging
Testing untuk menguji program sampai terbebas dari kesalahan.
Debugging untuk mengoreksi kesalahan yang terdeteksi.
Ada tiga macam kesalahan yang biasanya terjadi :
a.       Syntax Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena kesalahan dalam hal penulisan instruksi di dalam program.
b.      Run Time Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena adanya proses aritmatik yang tidak dapat diproses.
c.       Logical Error
Bentuk kesalahan yang terjadi karena kesalahan logika program yang dibuat oleh programmer.
6.      Dokumentasi digunakan untuk file cadangan (Backup)
7.      Pemeliharaan
Yaitu dalam upaya menghindari kerusakan atau hilangnya suatu program baik dari Factor Software  (Virus Program) ataupun dari Factor Brainware (Human Error).
Adapun jenis bahasa pemrograman berdasarkan perkembangannya :
1.                  Bahasa Mesin ( Machine Language )
Bahasa pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin (komputer) yang di dalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal dua keadaan yang berlawanan yaitu :
a.       Bila terjadi kontak atau ada arus bernilai 1
b.      Bila tidak ada kontak atau arus bernilai 0
2.                  Bahasa Tingkat Rendah ( Low Level Language )
Karena banyak keterbatasan yang dimiliki bahasa mesin maka dibuatlah symbol yang mudah diingat yang disebut dengan Mnemonic (pembantu untuk mengingat). Contoh : Bahasa Assembler yang dapat menerjemahkan Mnemonic.
3.                  Bahasa Tingkat Menengah ( Middle Level Language )
Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan gramatikal dalam penulisan pernyataannya, mudah untuk dipahami, dan memiliki instruksi-instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer.
Contoh : Bahasa C
4.                  Bahasa Tingkat Tinggi ( High Level Language )
Bahasa pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung.
a.       Bahasa Berorientasi pada Prosedur (Procedure Oriented Language)
Contoh : Algoritma, Fortran, Pascal, Basic, Cobol, PL/1

b.      Bahasa Berorientasi pada Masalah (Problem Oriented Language)
Contoh : RPG (Report Program Generator)
5.                  Bahasa Berorientasi Obyek ( Object Oriented Language )
Bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan programmer tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja.
Contoh : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C, Visual Basic.
      Terdapat tiga faktor penting dalam bahasa pemrograman yaitu :
1.                  Sintaks
Sintaks merupakan aturan penulisan atau tata bahasa pemrograman.
2.                  Semantik
Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung di dalam setiap statement dalam sebuah program.
3.                  Kebenaran Logika
Kebenaran Logika berhubungan dengan benar atau tidaknya urutan statement dalam sebuah program.
Di dalam suatu pemrograman harus memiliki kerangka dasar pemrograman, yaitu suatu proses pengolahan data yang terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut dengan Siklus Pengolahan Data (Data Processing Cycle) yang terdiri dari Input, Processes dan Output.

Tiga tahapan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambah beberapa tahapan lagi sebagai berikut :
1.                  Originating
Tahap ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.
2.                  Input
Tahap ini merupakan proses pemasukan data (entry data) ke dalam proses komputer melalui peralatan Input (Input Device).
3.                  Process
Tahap ini merupakan proses pengolahan data yang sudah dimasukan, berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan dan mencari di Storage.
4.                  Output
Tahap ini merupakan proses yang menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data melalui peralatan output (Output Device) berupa informasi.
5.                  Distribution
Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.
6.                  Storage
Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahan data ke Secondary Storage, yang dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.
Dalam penerapannya, program adalah salah satu bentuk dari berbagai macam
jenis aplikasi yang dipergunakan dalam bidang bisnis ataupun dalam ilmu pengetahuan (science), untuk menghasilkan suatu bentuk laporan atau tujuan yang diinginkan.
2.1.2.      Microsoft Visual Basic 6.0
   Program Microsoft Visual Basic merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi (   High Level Languange). Microsoft Visual Basic juga merupakan bahasa pemrograman Object Oriented Programming (OOP), yaitu pemrograman berorientasi pada objek. Microsoft Visual Basic memiliki beberapa versi yaitu Microsoft Visual Basic 3.0, Microsoft Visual Basic 5.0, Microsoft Visual Basic Versi 6.0, VB. Net. Dan mungkin akan berkembang lagi dengan berbagai versi dan semakin sempurna dalam penggunaannya.
Menurut Kusrini (2007:171), “Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer”. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Visual Basic merupakan salah satu development tool, yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi windows.
Menurut Suhata, (2005:3), “Visual Basic 6.0 merupakan salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk menyusun dan membuat program aplikasi pada lingkungan sistem operasi windows”. Program aplikasi dapat berupa program database, program grafis, dan lain sebagainya. Di dalam visual basic 6.0 sudah terdapat kompenen-kompenen yang sangat membantu pembuatan program aplikasi.

         Adapun alasan penulis menggunakan pemrogramman Visual Basic Versi 6.0 yaitu antara lain :
a.       Bahasa pemrograman ini berbasis Windows sehingga seorang programmer dapat membuat penampilan semenarik mungkin.
b.      Program ini sangat User Friendly.
c.       Mudah dalam penanganan database serta mudah dalam pembuatan laporan.
d.      Cara penggunaan program ini cukup mudah bagi seorang programmer masih pemula.
            Dengan adanya Microsoft Visual Basic 6.0 ini dapat memudahkan para programmer untuk membuat program yang familier untuk pemakai (User) karena menggunakan visualisasi dan animasi yang cukup tinggi serta tampilan yang menarik untuk dilihat.
Karena kemiripannya dengan pemrograman basic, bahasa pemrograman  Microsoft Visual Basic ini menjadi lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari. Microsoft Visual Basic 6.0 ini mempunyai kemampuan yang sangat besar dalam membuat program-program yang lebih kompleks. Microsoft Visual Basic terdiri dari beberapa versi, dan  Microsoft Visual Basic 6.0 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya.
1.      Keunggulan dari Microsoft Visual Basic 6.0.
Sejak diciptakan versi pertamanya pada tahun 1991, Microsoft Visual Basic kini telah mencapai versi yang keenam yang memilki keunggulan dari versi sebelumnya. Berikut ini beberapa keunggulan dari Microsoft Visual Basic 6.0:

a.       Kemampuan membuat ActiveX dan fasilitas internet yang lebih banyak.
b.      Memiliki compiler yang dapat menghasilkan output file executable (.exe).
c.       Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang lebih lengkap.
d.      Membuat flat form pembuatan program yang diberi nama developer studio.
e.       Sarana akses data yang lebih cepat dan handal untuk membuat aplikasi database  yang berkemampuan tinggi dan kompleks.
f.       Penambahan kontrol baru yang lebih canggih serta peningkatan kaidah struktur            bahasa Microsoft Visual Basic 6.0.
2.      IDE Microsoft Visual Basic 6.0.
Untuk dapat menggunakan fasilitas dalam Microsoft  Visual Basic 6.0 dengan
baik dan benar, maka diperlukan penguasaan tentang IDE (Integrated Development Environment) atau lingkungan kerja Microsoft Visual Basic 6.0 itu sendiri. Tampilan fasilitas-fasilitas atau IDE Microsoft Visual Basic 6.0 berisi komponen-komponen
2.1.3.      Peralatan Pendukung (Tools System)
Peralatan pendukung mempunyai pengertian sebagai media yang dibutuhkan oleh setiap programmer untuk membantu mempermudah dalam pembuatan, pembacaan  logika dan  algoritma program, serta membantu untuk mengetahui alur program yang dibuat mulai dari masukan, proses, dan keluaran yang dihasilkan. Peralatan yang mendukung dalam perancangan program meliputi konsep teori Normalisasi, File Index, Bagan Alir (Flowchart), Struktur Kode, dan HIPO (Hierarchy plus Input Process Output).


A.                Normalisasi
            Menurut Jogiyanto (2005:403) “Normalisasi adalah proses untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang”.
            Menurut Sutabri (2005:181) “Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam database”.
Normalisasi adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan pengelompokan atribut-atribut dalam sebuah relasi sehingga diperoleh relasi yang berstruktur baik. Dalam hal ini yang dimaksud dengan relasi yang berstruktur baik adalah relasi yang memenuhi dua kondisi berikut : (a) mengandung redudansi sesedikit mungkin, (b) memungkinkan baris-baris dalam relasi disisipkan, dimodifikasi, dan dihapus tanpa menimbulkan kesalahan atau ketidakkonsistenan menurut Kadir (2009:116).
Normalisasi bertujuan untuk meminimalkan redudansi data. Karena redudansi data bisa menimbulkan problem yang disebut dengan anomali. Anomali adalah masalah yang timbul dalam relasi ketika terjadi operasi pemutakhiran data dalam relasi. Masalah yang terjadi misalnya pengubahan data yang membuat ketidak konsistenan data atau bahkan membuat sesuatu data menjadi hilang. Macam anomali ada 3 (tiga) yaitu:




1.                  Anomali Penyisipan
Anomali penyisipan adalah masalah yang terjadi ketika suatu baris disisipkan ke dalam relasi.
2.                  Anomali Pengubahan
Anomali pengubahan adalah masalah yang timbul ketika data dalam relasi diubah.
3.                  Anomali Penghapusan
Anomali penghapusan adalah masalah yang timbul ketika suatu baris dalam relasi dihapus.
            Di dalam normalisasi terdapat istilah yang dikenal dengan kunci. Berikut macam-macam kunci (key function) yang digunakan di dalam pengolahan database yaitu sebagai berikut:
1.                  Kunci Kandidat (Candidate Key)
Yaitu sebuah atribut atau gabungan beberapa atribut yang digunakan untuk membedakan antara satu baris dan dengan baris yang lain.
2.                  Kunci Primer (Primary Key)
Yaitu kunci kandidat yang dipilih sebagai identitas untuk membedakan satu baris dengan baris lain dalam suatu relasi.
3.                  Kunci Alternativ (Alternativ Key)
Adalah Kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci utama (Primary Key).


4.                  Kunci Asing (Foreign Key)
Kunci asing atau disebut dengan foreign key adalah sebuah atribut(atau gabungan beberapa atribut) dalam suatu relasi yang merujuk (mereferensi) ke kunci primer relasi lain.
Proses normalisasi merupakan suatu proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Bila dalam merancang program belum didapatkan database yang optimal, maka perlu dipecah lagi menjadi beberapa tabel. Berikut tahap normalisasi:
1.                  Bentuk tidak normal (Unnormalized Form)
Bentuk tidak normal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam
b.      Tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu
c.       Data dapat saja tidak lengkap atau terduplikasi
d.      Data yang dikumpulkan apa adanya sesuai kedatangannya
2.                  Bentuk normal kesatu (1 NF/ First Normal Form)
Bentuk normal kesatu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Data dibentuk dalam flat file (file datar/ rata)
b.      Data dibentuk dalam satu record demi satu record
c.       Nilai dari field-field berupa atomic value
d.      Tidak ada set atribut yang berulang-ulang atau bernilai ganda (multivalue)
e.       Tiap Field hanya satu pengertian
f.       Bukan merupakan kumpulan data yang mempunyai arti mendua dan juga bukanlah pecahan kata-kata sehingga memiliki arti lain.
3.                  Bentuk normal kedua (2nd NF/ Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.
b.      Atribut bukan kunci yang seharusnya bergantung pada kunci utama atau primary key.
c.       Bentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci fieldnya.
d.      Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut lain yang menjadi anggotanya
4.                  Bentuk normal ketiga (3rd NF/ Third Normal Form)
Bentuk normal ketiga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Relasi haruslah dalam bentuk normal kedua
b.      Semua atribut bukan primary tidak punya hubungan yang transitif
c.       Setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
5.                  Boyce–Codd Normal Form (BCNF)
Bentuk BCNF mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Bentuk yang mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga.
b.      Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu
c.       Setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.



6.                  Bentuk normal keempat (4th NF/Fourth Normal Form)
Bentuk normal keempat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Relasi haruslah dalam bentuk normal ketiga.
b.      Jika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNF.
c.       Semua ketergantungan multivalue adalah ketergantungan fungsional.
7.                  Bentuk normal kelima (5th NF/Fifth Normal Form)
Bentuk normal kelima biasa disebut Projection Join Normal Form.
Bentuk normal kelima mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Relasi haruslah dalam bentuk normal keempat.
b.      Bentuk relasi normal kelima dilakukan dengan menghilangkan ketergantungan join yang bukan merupakan fungsi kandidat.
B.                 File Index
File indeks merupakan jenis file yang banyak dipakai dalam program aplikasi. Dengan menggunakan file index memiliki banyak kelebihan, antara lain:
1.                  Pembacaan data dapat dilakukan dengan cepat.
2.                  Data dapat diurutkan secara ascending berdasarkan sebuah field atau sejumlah field.
3.                  Isi file dapat dimodifikasi atau dihapus dengan cepat tanpa harus mengakses record-record lain.
Pengaksesan pada file index dapat dilakukan dengan cepat disebabkan adanya kunci (key). Pada MS-Cobol, key dari record disimpan dalam file yang terpisah dengan file data record. File key mempunyai extention berupa  KEY. Kunci utama dari record pada file index bersifat unik yang artinya setiap kunci record memiliki nilai yang berlainan.
C.                Bagan Alir Program (Program Flowchart)
Definisi Flowchart atau Diagram Alur menurut Sugiyono (2005:29) adalah “Gambar simbol - simbol yang digunakan untuk menggambarkan urutan proses atau instruksi-instruksi yang terjadi di dalam  suatu program komputer secara sistematis dan logis”.
Berhubung komputer membutuhkan  hal-hal yang terperinci maka bahasa pemograman bukan alat yang boleh dikatakan baik untuk merancang sebuah algoritma awal, Alat yang banyak dipakai untuk membuat algoritma adalah diagram alir  (flowchart).
Diagram alir dapat menunjukan  secara jelas arus pengendalian suatu algoritma yakni bagaimana melaksanakan suatu rangkaian kegiatan logis secara sistematis juga dapat memberikan gambaran dua dimensi yang berupa simbol-simbol. Masing –masing simbol telah ditetapkan terlebih dahulu fungsi dan artinya, simbol-simbol tersebut dipakai untuk menunjukan berbagai kegiatan operasi dan pengendalian.
 Menurut Jogiyanto (2005:795) ”Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika”.
Menurut Jogiyanto (2005:802) ”Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem”.

2 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus
  2. terimakasih artikelnya sangat membantu

    BalasHapus